Tuesday, January 8, 2013

Menguak 4 Sinyal Seks Emosional Pria

 Banyak yang menganggap pria lebih mudah berhubungan seksual tanpa harus melibatkan emosi. Faktanya, aktivitas bercinta ini juga bisa menggambarkan kondisi emosi pria. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Brandy Engler, psikolog dan juga penulis buku The Men On My Couch.
Ia menemukan adanya pola umum terkait sikap pria saat bercinta yang menunjukan mereka sangat melibatkan emosi. Tengok empat artinya.

1. Stres, pria makin agresif
Pria sering berpikiran lebih diterima wanita saat mengekspresikan hasrat seksualnya dibandingkan emosi yang dirasakannya. Sehingga saat emosinya sedang buruk ia juga membawanya ke ranjang.

"Sebagai contoh saat pria merasa wibawanya menurun saat kehilangan pekerjaan, bisa saja ia lebih agresif saat bercinta untuk menunjukkan superioritasnya," kata Engler, dikutip Red Book.

2. Beban untuk memuaskan

Sebenarnya pria juga mengalami banyak kecemasan ketika berhubungan seksual. "Mereka seperti memiliki beban besar untuk bisa memuaskan pasangannya," ujar Engler.

Kondisi ini semakin bertambah parah ketika sang wanita menuntut banyak agar pria bisa memberinya kepuasan.  Apakah Anda cenderung lebih pasif di ranjang dan membiarkan pasangan melakukan semua '"pekerjaan"?
Menurut Engler, jangan membuat pria bertanggung jawab untuk kepuasan Anda. Karena kenikmatan yang muncul lahir dari komunikasi intensif dan kerja sama.

3. Makin takut, makin ingin bercinta

Saat pria keinginannya sangat besar untuk bercinta, bisa jadi itu merupakan gambaran ketakutan kehilangan pasangan. Ini dilakukan untuk meyakinkan diri bahwa ia masih dicintai dan menggairahkan bagi pasangannya.
Rasa percaya diri pria bisa saja menurun. Jika pasangan dalam keadaan tersebut, manjakan dia. Buat kejutan manis, pijatan atau pelukan hangat dan yakinkan kalau Anda menyayanginya.
4. Perselingkuhan seksual

Saat pria berhubungan seksual bukan dengan pasangannya, sebenarnya ini bukan hanya masalah kepuasan fisik semata. Tapi juga karena pria tak merasa menggairahkan bagi pasangannya.

"Perselingkuhan hanya untuk berhubungan seksual, seringkali hanya karena pria ingin mencari pujian bahwa dirinya masih seksi dan menggairahkan. Saya banyak sekali menemukan pria mengeluh karena tak diapresiasi oleh pasangannya," ujar Engler.

No comments: